Kehidupan anak-anak gak pernah jauh dari yang namanya musik & lagu. Dari jaman masih di timang-timang kita udah terbiasa dengerin emak nina boboin pake lagu-lagu yang ajaibnya bisa bikin kita tenang dan tidur nyenyak. Padahal pas udah gede kita baru sadar klo suara emak kita ternyata beda tipis ama suara mpok atik. Hahaha… becanda mom! :D Mungkin nyanyinya penuh dengan kasih sayang jadi seolah-olah terdengar di telinga kayak suara Celine Dion.
Pada saat anak mulai belajar bicara kita juga diajarin lagu-lagu sederhana kayak Sayang Semuanya & Cicak di Dinding. Guru-guru di Paud & TK juga mengajarkan lagu-lagu serupa. Mulai dari karya Pak Kasur (Balonku, 2 mata saya), Ibu Bantal , Ibu Sud (Lihat Kebunku, Tik-tik bunyi hujan), AT Mahmud (Pelangi, Ambilkan Bulan Bu) dan pencipta lagu anak-anak lainnya. Lagu-lagunya mereka sudah sangat dikenal di kalangan anak-anak, guru sekolah, dan orang tua.
AT Mahmud, salah satu pencipta lagu anak
Nah klo jamanku masih kecil dulu, pas SD klo disuruh nyanyi udah ganti pake lagu-lagu penyanyi cilik saat itu. Kayak Eno Lerian, Trio kwek-kwek & Puput Melati. Pas SMP baru kenal dengan yang namanya penyanyi remaja macam NKOTB, Backstreet Boys. Sambil juga dengerin lagu-lagu Nike Ardila. Klo dipikir-pikir, kayaknya… dulu transisinya enak banget. Pas banget. Dari lagu balita, anak-anak, remaja, baru dewasa. Kita bisa mendengarkan lagu sesuai dengan umur saat itu. Tapi itu dulu saudara-saudara…. Duluuuuu sekali.
Anak-anak sekarang gak pernah tau yang namanya penyanyi cilik. Mereka gak pernah dengar yang namanya lagu anak-anak. Mereka udah terbiasa dengan lagu-lagu cinta. Lagu-lagu yang sama sekali gak sesuai dengan pola pikir anak-anak. Mereka udah di bombardir media dengan lagu-lagu dewasa. Yang membuat lagu anak-anak semakin tersingkirkan. Ironisnya hampir semua stasiun televisi punya acara musik. Tapi gak ada satupun yang punya acara musik khusus untuk anak-anak. Aku yakin di Indonesia ini banyak kok pencipta lagu anak dan penyanyi anak yang berbakat. Tapi siapa yang mau menampung karya-karya mereka dan mempublikasikannya kalau bukan pihak label musik dan media? Terutama televisi. Mungkin karena menurut mereka musik anak-anak tidak menjual. Jadi buat apa di produksi. Toh penyanyi anak-anak pun menyanyikan lagu-lagu dewasa. Ya… jaman sekarang siapa sih yang mau rugi? Mending mereka produksi lagu-lagu dewasa yang sedang tren macam boy/girlband, lagu metal (melayu total), dan lagu2 yang dinyanyikan dengan goyang erotis.
Inilah realitanya saat ini… muncul krisis lagu anak-anak yang kemudian membuat anak-anak mengidolakan lagu-lagu orang dewasa yang sebenarnya tidak sesuai dengan umur mereka. Secara tidak langsung hal ini memiliki pengaruh yang besar terhadap psikologi dan perkembangan mereka. Anak-anak terpaksa mengikuti selera musik pop yang mematikan daya imajinasi dan fantasi mereka. Anak-anak seolah tidak diberikan alternatif untuk mendengarkan musik dan nyanyian yang baik secara edukasional. Aku gak bisa bayangin tiap kali anak-anak nyanyi lagu sm*sh “kenapa hatiku cenat-cenut bila ada kamu….” Berapa banyak pertanyaan akan muncul di kepala mereka. "Cenat cenut jenis makanan apa sih Ma?", "Kenapa gak minum bodr*xin klo cenat-cenut?" Dan pasti banyak pertanyaan lainnya. Tapi sedihnya lagi masih banyak kok orang tua yang dengan bangganya mamerin anak balitanya udah bisa nyanyi lagu dewasa walaupun ngomongnya aja belum lancar.
Guru TK mengajarkan lagu anak2
Memang lagu anak sepintas hanya seperti sebaris kalimat yang gampang dihafal dengan irama sederhana, sehingga anak-anak akan mudah mencernanya. Tapi dibalik liriknya tersimpan daya imajinasi dan fantasi anak2 serta sarat pempelajaran yang sangat bermaanfaat untuk mereka. Contohnya pada lagu Balonku, tanpa sadar mereka belajar berhitung, Lagu Pelangi mereka belajar macam2 warna. Begitupun lagu anak lainnya. Penuh pengalaman estetis yang sangat penting bagi perkembangan intelegensi mereka.
Mungkin kita memang tak bisa berharap banyak dengan televisi agar bisa menayangkan acara musik anak. Kata orang-orang hidup ini pilihan. Jadi kita bisa milih mau tetap membiarkan anak-anak tumbuh dengan lagu-lagu dewasa yang bukan untuk mereka. Atau memfasilitasi mereka dengan memberikan mereka kesempatan untuk bisa mengenal lagu-lagu anak baik dari lagu-lagu yang kita ajarkan atau dengan membelikan mereka kaset (msh gak sih) atau vcd lagu anak-anak. Banyak kok masih dijual di toko kaset/cd. Kalo mau irit bisa dengan donlot di internet. Ato kalo mentok dan gak nemu juga.... cegat aja abang odong-odong yang lewat depan rumah. Mereka punya banyak koleksi lagu anak-anak. Nah anaknya bisa main odong-odong sambil menikmati lagunya. Anak senang, abang odong-odong ikut senang. Emaknya bangkrut. :D
Banyak cara untuk bisa membantu tumbuh kembang anak kearah yang lebih baik. Tinggal bagaimana kita meyikapinya.
Baiklah saudara-saudara... akhir kata marilah kita berdoa semoga musik anak Indonesia gak punah :D
>>semua gambar dok.pribadi<<





Komentar :
Posting Komentar