Abis nonton Hachiko: A Dog’s Story yang diperanin ama si tua ganteng Richard Gere. Filmnya mengharu biru gitu. Pecinta anjing wajib nonton deh. Yang gak suka anjing aja bisa ampe nangis2 bombay. Ceritanya sih tentang seekor anjing yang setia banget sama tuannya. Awalnya Parker Wilson (Richard Gere) menemukan seekor anjing kecil di stasiun kereta api tempat dia biasa pergi kerja dan pulang dari kerja. Anjing berjenis akita itu lalu diajaknya pulang ke rumah dan diberi nama Hachi.
Beranjak dewasa, Hachiko punya kebiasaan mengantar jemput Parker di stasiun kereta pada jam yang sama stiap harinya. Para pemilik kios, penjual hotdog, serta commuter (orang yang kerja "nglaju") takjub dengan kelakuan Hachiko yang tidak seperti anjing pada umumnya. Mereka selalu menyapa Hachiko layaknya sebagai manusia.
Sampai pada satu hari, Hachiko tak menemukan kedatangan tuannya di stasiun pada pukul 17.00. Parker Wilson ternyata meninggal karena serangan jantung saat dia sedang mengajar, sementara Hachiko sepertinya tak pernah mengerti perihal meninggalnya Parker. Hachiko tetap menunggu di bundaran depan stasiun, menanti kedatangan tuannya. Kesetiaan Hachiko bertahan hingga tahun kesepuluh meninggalnya Parker. Sampai akhirnya pada musim dingin tahun ke sepuluh, Hachiko meninggal di bundaran stasiun pada tengah malam.
Film ini diambil dari kisah nyata seekor anjing bernama Hachiko yang hidup pada tahun 1923-1935 di Jepang. Kisah yang disajikan dalam Hachiko: A Dog’s Story sama dengan kisah aslinya. Di Jepang, untuk mengenang kesetiaan Hachiko didirikan sebuah monumen berupa patung perunggu di depan Stasiun Shibuya.

Sama kayak Film Marley & Me (sama2 tentang anjing walaupun jalan ceritanya beda banget), tetap menyentuh perasaan kita sebagai manusia. Film ini udah mengajarkan tentang persahabatan dan kesetiaan.
Ingat Hachiko jadi ingat Mbul. Kucing kesayangan ibuku yang udah
Singkat cerita Mbul udah jadi kucing dewasa dan mulai sering keluar rumah buat cari pacar. Klo pulang malem dia tinggal meow aja di samping kamar ibuku. Ntar ibuku bangun dan bukain pintu. Dasar kucing gak tau diri. Pulang malem, untung aja pas pulang dia gak bau alkohol. Paling pulang mukanya dah gak karuan. Mungkin abis berantem dengan kucing lain. Ternyata daerah kekuasaan Mbul udah hampir 1 KM dari rumah. Tetangga2 dah pada kenal. Mereka suka manggil2 gitu. Bedanya klo Hachiko dikenal orang disekitar stasiun karena kelakuannya yang baik, sedangkan Mbul dikenal orang karena udah jadi kucing preman. Kucing2 tetangga udah pernah jadi korban Mbul semua. Untunglah Mbul gak tatoan ataupun merokok.
Walaupun diluar Mbul jadi preman, tapi kalo dah pulang kerumah dia bisa manis banget. Masih tetap nemenin ibuku nonton tv atau sekedar tidur2an depan pintu kamar ibuku.
Suatu hari ibuku dapat kabar dari tetangga kalo semalem dia liat Mbul tidur dibawah mobilnya. Pas dicek ternyata udah gak bernyawa. Hiks...Hiks... sedih juga dengernya. Selamat tinggal Mbul. Makasih ya dah jadi teman baik ibuku. Semoga kau tenang disana. Kalo ketemu Hachiko salam ya

Komentar :
Posting Komentar